Rangkuman Praktikum Algoritma dan Pemrograman
Disusun oleh :
Nama : M. Evan Maulana Y
NIM : 221080200069
Kelompok : 11
Berikut adalah rangkuman praktikum Algoritma dan Pemrograman pokok bahasan 1 - 6
Pokok bahasan 1
Flowchart
Flowchart atau bagian alur adalah diagram yang menampilkan langkah-langkah dan keputusan untuk melakukan proses dari suatu program. Setiap langkah digambarkan dalam bentuk diagram dan dihubungkan dengan suatu garis atau arah panah.
Selain itu dengan menggunakan bagian alur proses dari sebuah program akan lebih jelas, ringkas, dan mengurangi kemungkinan untuk salah penafsiran.
Fungsi utama dari flowchart adalah memberi gambaran jalannya sebuah program dari satu proses ke proses lainnya. Sehingga alur program menjadi lebih mudah dipahami oleh semua orang. Selain itu fungsi lain dari flowchart adalah untuk menyederhanakan rangkaian prosedur agar memudahkan pemahaman terhadap informasi tersebut.
Simbol-simbol Flowchart :
Pokok bahasan 2
Tipe Data dan Operator Aritmatika
1. Tipe Data
Data types atau tipe data adalah sebuah pengklasifikasian data berdasarkan jenis data tersebut. Tipe data dibutuhkan agar compiler dan Interpreter agar dapat mengetahui bagaimana sebuah data akan digunakan. Untuk mengembangkan sebuah program, ada beberapa tipe data yang harus dipelajari. Di pembahasan kali ini, kita menggunakan Bahasa pemrograman Python. Python memiliki tipe data di antaranya adalah :
- String
- Integer
- Float
- Boolean
Operator Aritmatika adalah oprator matematika yang terdiri dari operator penjumlahan (+), pengurangan (-), perkalian (*), pembagian (/), modulus atau sisa bagi (%), pangkat (**) dan pembagian bulat (//).
Pokok bahasan 3
Struktur Pemrograman Berkondisi
1. Pernyataan if
Pernyataan berkondisi digunakan untuk membuat alur program agar menjadi lebih efektif dan relevan terhadap permasalahan yang ada. Dalam Bahasa Python pernyataan berkondisi if yang digunakan untuk memberikan beberapa alternative pilihan seperti bilangan, golongan, dan pangkat jabatan, jenis kelamin dan lain sebagainya.
Struktur kondisi if dapat digunakan dalam bentuk sebagai berikut :
If (kondisi) :
Pernyataan 1
2. Pernyataan If…Else
Struktur kondisi if...else dapat digunakan dalam bentuk sebagai berikut:
If (kondisi) :
Pernyataan 1
Pernyataan 2
…
Pernyataan N
Else :
Pernyataan
…
Pernyataan pada blok if akan dijalankan jika kondisi berilai BENAR, tetapi jika bernilai SALAH maka pernyataan pada blok else akan dijalankan.
3. Pernyataan If…Elif…Else
Pernyataan if...elif...else digunakan untuk menguji lebih dari dua kondisi. Apabila kondisi pada if benar, maka pernyataan di dalamnya yang dieksekusi. Apabila salah, maka masuk ke pengujian kondis ielif. Terakhir apa bila tidak ada if atau elif yang benar, maka akan menjalankan blok else. Struktur kondisi if...elif...else if dapat digunakan dalam beberapa bentuk sebagai berikut :
If (kondisi)
Pernyataan 1
Elif (kondisi2)
Pernyataan 2
Else
Pernyataan X
Pokok bahasan 4
Struktur Pemrograman Perulangan
1. Perulangan for
Perulangan For adalah suatu perintah yang di ulang, dimana perintah tersebut dikendalikan oleh sebuah variable, sehingga dapat memudahkan kita untuk memperoses setiap elemen pada list dengan variable sementara dan mengaplikasikan kode yang sama. Dalam perulangan for di python sedikit berbeda dengan Bahasa lainnya. Perulangan ini tentunya dirancang untuk menelusuri nilai ataupun elemen yang terdapat pada string, list, tuple dictionary, dan objek yang mempunyai tipe range.
Struktur perulangan for dapat digunakan dalam bentuk sebagai berikut :
for elemen in tipe_koleksi:
perintah1
perintah2
Dilihat dari bentuk diatas bahwa perintah1 dan perintah2 akan dilakukan perulangan lewat elemen yang terdapat didalam tiple_koleksi. Jadi, ada 3 bagian penting. Sequence adalah sebuah nilai yang bersifat iterable alias bisa diulang- ulang. Di antara tipe data yang bersifat sequence atau iterable adalah :
- List
- Tuple
- String
2. Perulangan while
Struktur perulangan (atau dalam bahasa inggris disebut dengan loop) adalah instruksi kode program yang bertujuan untuk mengulang beberapa baris perintah.
Dalam merancang perulangan, kita setidaknya harus mengetahui 3 komponen :
- Kondisi awal perulangan.
- Kondisi pada saat perulangan.
- Kondisi yang harus dipenuhi agara perulangan berhenti.
while (kondisi) :
perintah
Kondisi yang dimaksud merupakan suatu kondisi atau keadaan yang kita buat. Selama nilai yang diulang masih sesuai dengan kondisi yang sudah ditetapkan yang berarti True dan tidak bernilai 0 maka while akan terus berjalan.
Pokok bahasan 5
Tipe Data Koleksi
1. List
Dalam bahasa pemrograman Python, struktur data yang paling dasar adalah urutan atau lists. Setiap elemen-elemen berurutan akan diberi nomor posisi atau indeksnya. Indeks pertama dalam list adalah nol, indeks kedua adalah satu dan seterusnya.
Python memiliki enam jenis urutan built-in, namun yang paling umum adalah list dan tuple. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan semua jenis list. Operasi ini meliputi pengindeksan, pengiris, penambahan, perbanyak, dan pengecekan keanggotaan. Selain itu, Python memiliki fungsi built-in untuk menemukan panjang list dan untuk menemukan elemen terbesar dan terkecilnya.
2. Tuple
Sebuah tuple adalah urutan objek Python yang tidak berubah. Tuple adalah urutan, seperti daftar. Tuple bersifat immutable, artinya isi tuple tidak bisa kita ubah dan hapus. Namun, dapat kita isi dengan berbagai macam nilai dan objek. Tuple menggunakan tanda kurung, sedangkan List Python menggunakan tanda kurung siku.
Membuat tuple semudah memasukkan nilai-nilai yang dipisahkan koma. Secara opsional, dapat memasukkan nilai-nilai yang dipisahkan koma ini di antara tanda kurung juga.
3. Dictionary
Dictionary adalah tipe data yang anggotanya terdirii dari pasangan- pasangan kunci:nilai (key:value). Dictionary dibuat dengan menempatkan anggota di dalam tanda kurung kurawal { } , dipisahkan oleh tanda koma. Anggota dictionary terdiri dari pasangan kunci:nilai. Kunci harus bersifat unik, tidak boleh ada dua kunci yang sama dalam dictionary.
4. Set
Set adalah salah satu tipe data di Python yang tidak berturut (unordered). Set memiliki anggota yang unik (tidak ada duplikasi). Jadi jika ada dua anggota yang sama didalam set, maka otomatis set akan menghilang salah satunya.
Set dibuat dengan meletakkan anggota – anggotanya di dalam kurang kurawal {}, dipisahkan menggunakan tanda koma. Kita juga bisa membuat set dari list dengan memasukkan list kedalam fungsi set()
Pokok bahasan 6
Struktur Pemrograman Function
Fungsi pada Python adalah kumpulan perintah atau baris kode yang di kelompokan menjadi satu kesatuan untuk kemudian bisa di panggil atau di gunakan berkali-kali. Sebuah fungsi bisa menerima parameter, bisa mengembalikan suatu nilai, dan bisa dipanggil berkali-kali secara independen. Dengan fungsi kita bisa memecah program besar yang kita tulis, menjadi bagian-bagian kecil dengan tugasnya masing-masing.
Fungsi di pakai untuk mengumpulkan beberapa perintah yang sering di pakai dalam sebuah program. Dengan memakai fungsi, program yang dibuat menjadi lebih struktur. Lebih mudah diikuti oleh orang lain yang membaca program dibuat. Paling penting adalah mempersikat waktu yang diperlukan untuk mengembangkan suatu perangkat lunak. Karena perangkat lunak yang dibuat, bisa jadi memakai komponen-komponen yang sama.
Seperti layaknya sebuah Bahasa pemrograman, python juga memberikan fasilitas pembuatan fungsi yang sangat bagus. Konsep fungsi dalam Python sama dengan bahasa pemrograman C/C++. Python menganggap fungsi dan prosedur adalah suatu yang sama, dalam artian cara mendeklarasikan fungsi dan prosedur adalah sama. Hanya bedanya, kalua fungsi mengmbalikan suatu nilai setelah proses sedangkan prosedur tidak.
- Struktur fungsi
Di dalam Python, sintaks pembuatan fungsi terlihat seperti berikut :
def namaFungsi(parameter):
statements
- Sebuah fungsi diawali dengan statemen def kemudian diikut oleh sebuah nama_fungsi nya. Pernyataan def dipakai untuk mendeklarasikan fungsi.
- Sebuah fungsi dapat memiliki daftar argumen (parameter) ataupun tidak.
- Tanda titik dua ( : ) menandakan awal pendefinisian tubuh dari fungsi yang terdiri dari statemen-statemen
Di dalam Python, sintaks memanggil fungsi sangat sederhana seperti berikut :
namaFungsi()
- Function dengan parameter dan argument
Sebuah fungsi juga bisa menerima parameter atau pun argumen. Ia merupakan suatu nilai/variabel yang dilemparkan ke dalam fungsi untuk diproses lebih lanjut. Parameter adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi.
pada saat fungsi itu di definisikan, sedangkan argumen adalah sebutan untuk nilai inputan fungsi pada saat fungsi itu dipanggil.
Tergantung kebutuhan, sebuah fungsi bisa menerima 1,2, atau lebih dari 5 parameter atau argumen, namun bisa juga tidak memerlukan sama sekali. Sebenarnya parameter dan argumen sangat mirip dan sering di pertukarkan. Perbedaan dari keduanya hanya di posisi pembuatan saja. Parameter merujuk ke nilai input fungsi pada saat pemanggilan.
Berikut format dan fungsi Python dengan parameter dan argument :
def namaFungsi (paraml, param2):
…
return nilai
namaFungsi(argl, arg2)
Di akhir baris 1, yakni dalam kurung setelah nama_function, adalah tempat untuk penulisan parameter. Dalam contoh diatas, terdapat 2 buah parameter bernama param1 dan param2. Sepanjang isi function,param1 dan param2 bisa diakses sebagaimana variabel biasa. Ketika memanggil fungsi, kita harus isi kedua nilai seperti baris 6, yakni dari perntah nama_function(arg1, arg2). Disini, arg1 dan arg2 adalah argumen. Nilai argumen ini nantinya akan mengisi nilai parameter.



Komentar
Posting Komentar